#StaySafe

Udah tiga minggu sejak program #dirumahaja berjalan. Banyak hal2 dan istilah2 baru yang ngetop selama terjadinya wabah corona covid-19Β 

Ada WFH, WFO, lockdown, physical distancing, social distancing…

Hal yang paling ngetrend saat ini adalah cuci tangan dengan sabun menempel ditangan selama 20 detik. Sebenernya urusan cuci tangan ini bukan hal baru buat saya, saya udah menerapkannya bertahun2 lalu 😁

Saya punya kakak dokter dan sempet tinggal bareng. Semua instruksi2 kebersihan kepada anaknya jadi nempel di kepala saya, dan berlanjut saya lakukan ke anak2 saya

Cuci tangan sebelum makan pastinya. Tiap dari luar rumah, pegang benda2 yang di bawa dari luar, pegang uang, pasti saya teriak suruh cuci tangan πŸ˜„ sampai2 anak saya yg paling gede sempet dicap ATS gara2 waktu kecil sakit melulu *akibat terlalu steril πŸ˜†Β 

Urusan ga megang2 apapun di tempat umum juga udah saya tanamkan kepada anak2 saya, seperti tidak memegang handrail di tangga jalan, buka pintu di tempat umum dengan dorong pake badan, buka tutup kran di toilet umum dengan siku, pokoknya apapun yg rentan dipegang semua orang usahakan jgn disentuh 😁

Hal lainnya yg lagi happening di masa2 wabah ini adalah saat masuk ruang publik maka suhu badan kita akan dicek. Ketika mendekati 38derajat celcius bakalan jadi suspect. Untuk mengukur suhunya diperlukan thermometer infrared, karena ga mungkin kan satu2 pake thermometer yg ditempel di ke*i*k πŸ˜†

Berhubung instansi saya juga menerapkan ini, saya jadi familiar sama merk2 thermometer infra red ini. Mana yg valid, yg mana yg ternyata digunakan untuk ruang dan bukan untuk suhu tubuh manusia. Karena saat ini semua thermometer jenis ini dijual dengan harga gila2an, baik itu yg valid maupun yg abal2 πŸ€¦β€β™€οΈ

Ada satu hal yang paling keren yg saya dapatkan dari wabah covid-19, gara2 wabah ini saya jadi tau bagaimana hebatnya Allah SWT menciptakan tubuh manusia. Allahu akbar 🀲🏻

Saya nonton penjelasan seorang virologist yg bilang bahwa ketika tubuh kita terkena virus yang dianggap benda asing, maka tubuh akan menolak. Cara penolakannya adalah dengan batuk, bersin, sampai hidung meler πŸ€’

Setelah virus masuk lebih dalam, maka akan menimbulkan radang di saluran pernapasan, dan reaksi tubuh kita adalah menjadi demam. Tenang, gausah dilawan, lemesin aja 😁

Yang penting kita tetep makan yg bergizi, tambah suplemen, dan istirahat yang cukup πŸ’ͺ

Begitu hari ketujuh, tubuh kita bakalan ngeluarin antibody untuk ngelawan virus itu. Antibody terus dikeluarkan tubuh sampai puncaknya di hari ke 14. Ketika virus sudah dikalahkan, maka antibody perlahan2 turun lagi, bagaikan tentara yg balik lagi ke barak setelah selesai perang 😊

Di minggu ketiga, bisa dibilang orang yg terinveksi udah totally sembuh. Dan hebatnya, tubuh manusia sudah punya memori untuk virus tsb, once dia balik lagi ga perlu kita perang sampai 14 hari, dalam waktu 24 jam, tubuh udah bisa melakukan perlawanan. Ibaratnya ketika kita ujian, kita belajar mati2an sampe bisa. One day kita dikasih soal yg sama, di luar kepala kita udah bisa jawab πŸ˜‰

Keren kaaaaan…

Allah SWT menciptakan tubuh kita punya sel memori. Sel memori ini akan menyimpan data semua virus yg pernah masuk ke tubuh kita. Ketika virus yang sama kembali menyerang, tubuh akan mampu memproteksinya karena memiliki data dari sel memori ini. Dan dalam waktu 24 jam saja tubuh akan mengeluarkan antibody untuk melawan πŸ’ͺ

Masya Allah…..

Jadi gausah takut, kalo kata orang aceh; bek panik 😁

Tugas kita adalah tetap jaga kesehatan dengan baik, makan dengan gizi seimbang, dan dalam kondisi kayak gini kita perlu tambah booster dengan suplemen; madu, habattusaudah, makan buah2an, vitamin, susu, istirahat yg cukup, dan pastinya selalu shalat berdo’a mohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Kuasa

Dan tau apa? Dengan wudlu kita juga meminimalisir untuk terinveksi virus ini. Karena salah satu gerakan wudlu adalah membersihkan hidung, efektif banget untuk ngebersihin virus dan kotoran2 yang nempel di hidung. Sambil dihirup yaaa airnya melalui hidung πŸ˜‰

Islam itu bersih, Islam itu indah…

(90)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *