Sabar dan Shalat

Sabar?

Kalo kata orang bule; ‘easy to say but hard to do’ 😊 Buat saya pribadi, sabar itu merupakan level tertinggi dalam kehidupan. Kayaknya udah tingkat dewa yang bisa menerapkan kesabaran dalam hidup. Perkara pagi2 anak2 sedikit terlambat bergerak untuk berangkat ke sekolah aja udah panjang omelan yang keluar dari mulut saya 😁

Padahal dalam Al-Qur’an kita sudah diperintahkan untuk meminta pertolongan dengan sabar dan shalat. “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah: 153).

Tapi beneran deh, ga semudah itu untuk bersabar. Di jalanan ada kendaraan lain di depan kita yang nyantai, langsung pencet klakson kenceng2. Ga setuju sama pendapat orang lain, kita cenderung berdebat instead of sabar. Kena ‘senggol’ dikit, langsung nyapnyap 😊 Pokoknya lo jual gue beli…

Urusan menjadikan shalat sebagai penolong -IMHO- sepertinya lebih mudah diterapkan. Allah cuma minta waktu kita untuk menghadap 5 kali sehari, masa iya masih ga kita lakukan? Bayangin aja, yang manggil untuk menghadap itu Pencipta kita lho, dipanggil sama bos aja kita langsung lari ke ruangannya, masa iya ketika yang manggil Bos Besar di kehidupan kita mau kita cuekin?  😊 Sukur2 bisa ditambah dengan shalat sunnah.

Saya udah ngerasain banget shalat selalu ngejagain saya dalam kehidupan. Namanya manusia, ada dong kepleset sekali dua kali 🙈 tapi selalu ada pemantik yang membuat saya tersadar, ‘gue udah salah jalan’… dan saya yakin banget, shalat yang menolong saya. 

Ada beberapa orang yang ga mau shalat karena merasa dirinya bukanlah orang baik. Nah yang kayak gini yang harus dibenerin pemikirannya. Justru, kita harus tetep shalat walaupun kita bukan orang baik. Semoga dengan shalat kita akan menjadi baik. Percaya deh, shalat yang bener2 dilakukan dengan berserah diri -bukan shalat yang cuma dilakukan untuk dilihat orang lain- insya Allah akan membersihkan jiwa raga kita.

Shalat juga akan mencegah kita dari melakukan kemungkaran. Banyak yang bilang, koruptor-koruptor itu juga pada shalat kok, tapi kenapa mereka masih korupsi. Kalau yang kayak gini, kita ga bisa juga sih langsung menjudge seperti itu. Kita ga pernah tau apa yang sebenernya terjadi. Sayapun yakin, setiap kita melakukan kesalahan, deep inside our heart, kita tau itu salah. Tinggal kitanya aja mau lanjut atau nggak. 

Shalat seharusnya juga menjadi pertimbangan utama kita dalam memilih pasangan hidup. Saya jadi inget, dulu saya selalu pesen sama temen2 saya untuk cari pendamping hidup yang melaksanakan shalat -sekali lagi- bukan yang cuma shalat di depan kita, tapi bener2 yang shalat karena patuh sama Allah. Ada quote yang bilang gini; ‘Don’t marry someone who doesn’t pray, because the one who doesn’t give the right of Allah won’t give you your rights.’ Ketika seseorang ga shalat, berarti dia menyepelekan Allah SWT, Penciptanya. Kalau Allah Tuhan Yang Maha Pencipta aja berani disepelein, konon lagi kita yang cuma makhlukNya 😊

Semoga kita dan keturunan kita termasuk golongan hamba yang selalu menjaga shalat. Seperti nasihat Lukman kepada anak-anaknya:

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (QS. Lukman: 17).

Yuk kita shalat 😊



(523)

Leave a Reply

Your email address will not be published.