Merdeka!

Sudah dari beberapa hari yang lalu saya bertanya ke anak2 saya, ada upacara 17an ga di sekolah? Semuanya kompak menjawab: belum tau… 

Sampai pada hari H, ternyata ga ada dong upacara kemerdekaan di sekolah mereka. 

Terus terang saya heran, kenapa sekolah2 tidak diwajibkan utuk menyelenggarakan upacara 17 Agustus. Setau saya, upacara 17an itu adalah upacara tahunan yang wajib dilaksanakan sekolah dan instansi. Kantor saya aja dulu bikin upacara 2x setahun di semua jaringan, setiap tgl 17 Agustus dan setiap tgl 1 Juni. 

Rasanya ga berlebihan kalau saya bilang upacara adalah salah satu cara untuk mencintai Indonesia, karena dengan upacara kita mengikuti momen dikibarkannya bendera sambil mendengarkan lagu Indonesia Raya, sama2 membaca Pancasila, mendengarkan isi pembukaan UUD 1945, dan ada sesi mengeheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan yang udah bersusah payah mewujudkan Indonesia yang merdeka.   

Speaking of cinta Indonesia, baru-baru ini terungkap ada sekitar 1000 mahasiswa Indonesia setiap tahunnya pindah menjadi warga negara singapura. Alasannya klise: kesejahteraan. Mereka merasa di singapura masa depannyan lebih terjamin karena banyak perusahaan yang bisa memberi pekerjaan dengan gaji yang layak. 

Yes, it’s all about the money…

Ga ada lagi peribahasa ‘daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri’, karena para gen Z ini sejak kecil sudah dicekoki dengan segala macam informasi mengenai kehidupan di luar negeri yang terlihat fun dan keren. Mereka yang pintar bahkan mendapat beasiswa pemerintah melalui program LPDP, tapi setelah lulus malah menisbahkan dirinya untuk berkarya di negeri orang. 

Miris banget sih, tapi mengingat berkurangnya kegiatan2 yang membuat mereka mencintai negeri ini, rasanya wajar kalau akhirnya mereka memilih untuk stay di luar negeri tanpa merindukan negaranya sendiri. 

Saya mau flash back. Waktu saya sekolah dulu, setiap senin sebelum pelajaran dimulai seluruh siswa wajib mengikuti upacara bendera. Petugas upacaranya bergiliran dari satu kelas ke kelas yang lain. Sebagai abege pada masanya, sebenernya sebel juga sih kalo waktunya upacara, kayak yang males berdiri lama2 dengan kegiatan yang itu lagi itu lagi. Sayapun pernah ngumpet ga ikutan upacara gara2 panik mau ulangan kimia tapi belom ngerti2 amat 😁 saya ngumpet di lantai atas ga ikutan upacara buat belajar kimia 🙊 (maafin aku ya bapak ibu guru 😁)

Tapi semakin ke sini, saya merasa upacara adalah salah satu cara yang membuat kita cinta tanah air lho. Emang sih waktu sekolah dulu masih belum ngerti kenapa juga harus ada upacara tiap senin. Baru terasanya ya sekarang2 ini ketika membandingkan diri dengan anak jaman sekarang yang kayaknya kurang banget rasa cinta tanah airnya. Jadi kepikiran aja, mungkin upacara merupakan salah satu kegiatan yang pada akhirnya membuat rasa kebangsaan terpatri dalam jiwa kita.

Kegiatan lain yg IMHO bikin cinta tanah air adalah penataran P4. Anak yg kuliah di tahun 90an pasti pernah ikut kegiatan ini karena memang saat itu diwajibkan oleh pemerintah. 

Ketika mulai kuliah, saya mengikuti penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) tuh kayak yang, ‘ih ngapin sih ini’. Ga ngerasa manfaatnya karena ga ada hubungannya sama jurusan kuliah yg kita ambil. Ga main2 lho, penataran P4 ini diberikan seminggu 😱 Kebayang kan bosennya seminggu duduk cuma untuk dengerin tentang ideologi Pancasila.

Tapi ternyata, dengan penataran P4 ini secara ga sadar kita dibentuk menjadi manusia pancasila. Kita didoktrin untuk menjadi warga negara yang patuh dan bisa mengimplementasikn nilai2 pancasila dalam kehidupan. Sayangnya saat itu pancasila akhirnya menjadi alat politik, mereka yang tidak sejalan dengan pemerintah dicap sebagai anti pancasila sehingga akhirnya penataran P4 ini tidak lagi diwajibkan untuk mahasiswa. 

Padahal sebenarnya tujuan penataran P4 ini adalah: membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Mulia kan tujuannya, untuk persatuan dan kesatuan bangsa 💪

Pelajaran sekolah tentang pancasila yang saya dapat sejak SD adalah PMP. Bedanya dengan PPKN yang sekarang menggantikan PMP, kalau PMP itu bener2 mengupas penerapan masing2 sila dari sila pertama sampai sila kelima dari sisi moralnya. Beribadah dengan agama masing2 tanpa mengusik agama lainnya, tepa selira dalam kehidupan bermasyarakat, belajar mewujudkan bhinneka tunggal ika, menjunjung tinggi musyawarah untuk mufakat, menghormati dan saling tolong menolong tanpa memandang tingkat sosial. 

Ada satu lagi pelajaran cinta tanah air yang pernah saya dapat tapi sekarang sudah hilang: PSPB. Jujurly dulu saya sebeeeeel banget sama pelajaran ini, asli nilai PSPB saya selalu jelek 😆 Kayak yang ngapain sih harus belajar tentang perjuangan bangsa, kan udah ada pelajaran sejarah juga. Tapi ternyata PSPB diberikan supaya kita tau bagaimana dulu para pahlawan udah berjuang mati2an merebut kemerdekaan dari penjajah negeri ini. Sikap patriotik dan cinta tanah air yang mereka contohkan perlu ditiru oleh generasi penerus. 

Jadiii, ga usah heran deh kalo sekarang anak2 muda justru berbondong2 pindah kewarga negaraan. Wong memang mereka ga dididik untuk mencintai tanah airnya, ga ada lagi doktrin2 cinta tanah air yang diberikan dalam pendidikan yang mereka jalani. 

Mungkin perlu diberikan lagi pendidikan ekstra mengenai nilai2 pancasila untuk kids zaman now, tapi dengan sistem yang berbeda supaya pelajaran2 cinta pancasila dan tanah air yang diberikan tidak menjadi alat politik untuk suatu golongan, tapi benar2 untuk menciptakan generasi penerus yang cinta bangsa dan tanah air. 

Yuk bangga menjadi warga negara Indonesia, Merdeka!!! 🇮🇩 

(279)

Leave a Reply

Your email address will not be published.