Tentang Pilihan

Udah lama sejak saya mulai ga peduli dengan kejadian2 di negara ini. Siapa jadi apa, siapa berbuat apa, rasanya buang2 energi aja untuk terlibat pembahasan ga berujung yang akhirnya semua mencari pembenaran alih2 kebenaran ๐Ÿ˜Š

Tapi kali ini, saya baca berita yang bikin bahagia, dan rasanya kembali ada secercah cahaya dalam suramnya norma hukum di negara tercinta ini. 

Agak berat pembahasannya nih ๐Ÿ˜

Jadi, headline beberapa hari ini dipenuhi dengan berita status tersangka untuk ketua KPK. Setelah dugaan pemerasan dan gratifikasi yg dilakukan si bapak ini, kepolisian melakukan investigasi dan akhirnya mengumumkan statusnya menjadi tersangka. Dengan statusnya menjadi tersangka, berarti pemerasan memang benar dilakukan. Walaupun ujungnya tetap harus dibuktikan di pengadilan. 

Sebenernya bukan masalah pemerasan dan gratifikasinya yang mau saya bahas. Toh yang diperas dan memberikan gratifikasi juga koruptor2 yang sudah sangat merugikan negara. Tapi, status tersangkanya dan apa yang sudah menunggu si bapak kedepannya, kembali menjadi bukti: Allah ga tidur ๐Ÿค

Kilas balik ke 2021, ketika orang2 hebat di KPK disetting sedemikian rupa sehingga akhirnya mereka harus tersingkir dari KPK. Jelas banget settingannya bertujuan untuk menutup kasus2 besar yang sedang mereka selidiki. Dan seperti biasa, siapa yang berkuasa berhasil menjalankan skenarionya untuk membungkam kebenaran. 

Mereka mungkin lupa, ada skenario Allah Yang Maha Hebat. Silahkan berbuat semaunya, tapi what you give is what you getting back. 

Analoginya seperti ini:

Silahkan halangi karir orang, one day harus terima karir anda mandek bahkan turun kelas dari sebelumnya. 

Silahkan dzhalimi orang lain demi kepentingan pribadi, tapi tolong ingat doโ€™a orang yamg didzhalimi akan menggedor pintu langit ๐Ÿฅฒ

Bahkan Allah ga akan memaafkan hambanya yang menyakiti hati orang lain sebelum dia meminta maaf kepada orang yang disakitinya. 

Serem? Pastinyaโ€ฆ

Ada beberapa kasus yang mungkin Allah tutupi, untuk kisah di akhirat nanti. Tapi banyak juga yang Allah tunjukan di dunia, untuk menjadi contoh supaya manusia tidak berbuat hal yang sama. 

20 tahun berkecimpung di dunia kerja, banyak hal mengenai what you give is what you getting back (kalau tidak boleh disebut sebagai karma) yang saya saksikan. Apa yang kamu lakukan, akan kembali kepadamu. 

Ada jajaran pimpinan yang dzhalim terhadap pegawai dasar, akhirnya harus kehilangan posisi strategis di struktur organisasi. Ada atasan yg merasa dengan jabatannya bisa ngatur2 memindahkan orang demi kepentingannya, akhirnya harus menerima kenyataan dipindahtugaskan ke tempat yg kurang prestise ๐Ÿ˜Š berbuat sesuka hati saat merasa berkuasa tapi mereka lupa, Allah Sebaik2 Perencana, Allah Yang Maha Kuasa. 

Sometimes terjadinya ga akan langsung, tapi tetap ada waktunya saat semua akan kembali. 

Tidak hanya hal2 buruk yang akan kembali kepada si pelaku, hal baik pun pastinya akan kembali menghampiri orang yg melakukan kebaikan. Kita hanya perlu terus berbuat baik, dan yakinlah suatu saat kebaikan akan kembali pada kita. Menolong orang, suatu saat akan ada orang yang Allah kirim untuk menolong kita. Membuat orang lain bahagia, insya Allah hidup kita pun akan bahagia. 

Pilihannya kembali pada kita, seperti dinyatakan dalam Al Quran surah Al Isra ayat 7: 

โ€˜Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.โ€™

*note to self ๐Ÿค

(185)

Leave a Reply

Your email address will not be published.