gratifikasi

Posted on

sedang galau dengan berbagai peristiwa di negara ini… dari bandar narkoba yang kena hukuman mati tapi tak kunjung dieksekusi, sampai sekonyong-konyong kejadian ketua MK yang terkena kasus suap plus diduga menyimpan narkoba di ruang kerjanya…

seingat saya, negara ini adalah negara yang selalu membanggakan diri sebagai negara dengan jumlah penduduk Islam yang terbesar… tapi, nilai-nilai luhur dalam Islam kok rasanya sulit diimplementasikan dalam kehidupan sehari2… mulai dari hal-hal kecil aja deh, seperti menerima amplop sebagai imbalan atas jasa yang kita berikan… seakan2 amplop tersebut wajar kita terima sebagai bagian dari service yang diberikan… tapi kalau kita mau lebih berpikir, bukankah memang service tersebut bagian dari pekerjaan kita, yang mana kita sudah digaji lho setiap bulannya untuk melakukan itu!!!

sebenernya gampang aja kok untuk mendeteksi apakah dana plus2 yg kita terima itu halal… islampun sudah mengajarkan caranya… ajukan pertanyaan sederhana untuk diri kita ; ‘kalau saya tidak berada di posisi ini, akankan saya mendapatkan gratifikasi ini?’… kalau jawabannya tidak, jelas kita sudah menerima yang di luar hak kita… karena sekecil apapun yang kita terima, itu adalah bibit korupsi untuk kedepannya kita menjadi tidak segan2 untuk mendapatkan yg lebih besar lagi… dan pada akhirnya, kita tidak akan pernah merasa puas… toh selama ini yg ditangkap KPK adalah orang2 yang direkeningnya sudah tertera angka lebih dari 10digit…

hal lain yang kadang2 juga tidak disadari adalah penggunaan fasilitas2 kantor utk kepentingan pribadi. seperti menggunakan telepon kantor utk menghubungi rumah, sekedar ngecek anak2…
saat menjadi khalifah, sayyidina umar ra memberi contoh utk kita. beliau pernah didatangi anaknya saat sedang bekerja di ‘kantor’nya. lalu beliau menanyakan maksud kedatangan anaknya…
setelah anaknya menyampaikan tujuannya utk membicarakan masalah keluarga, sayyidina umar langsung mematikan cahaya yg sedang beliau gunakan utk bekerja, karena penerangan tersebut dibiayai oleh negara!!! see?? segitunya seorang khalifah berhati2 atas fasilitas yg diterimanya… trus, kita yang cuma pegawai biasa masih mau sok2an bangga dengan merasa wajar menggunakan fasilitas yg kita dapatkan di tempat kerja, bahkan sampai merasa wajar nerima amplop? na’udzubillahimindzalik… pernah terpikir ga, nantinya uang itu akan kita bawa pulang ke rumah, dan dipakai utk membeli makanan keluarga kita… padahal di al-qur’an udah dibilang, ga ada balasan utk makanan haram yg masuk ke perut kita selain api neraka :'( :'( :'( duuuh, better ati2 deh, takutnya dari situ juga jadi awal buat anak2 yg memakan uang haram tersebut jadi ‘penerus’ pelaku korupsi… kalo udah begitu, kapan benernya negara ini??? (532)


2 thoughts on “gratifikasi

  1. nah kalo untuk urusan memakai waktu ngantor untuk nelpon, atau browsing diluar urusan kantor -> ini yg sering ga sadar, ga kerasa, dll….. untungnya sih aku skrg self employed ya, hihihi. kerja di rumah.

    • hihihi… iya tuh, googling2 di kantor, baca berita2 plus gosip2 :p *berkata pada diri sendiri
      hey, enak sekali mb tyka udah di rumah… huhuhu, envy…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *