The Story of Love

Dulu, waktu saya lagi jatuh cinta, saya pernah sebel sama mbak Dewi Dee Lestari. Si mbak bilang, cinta itu ada kadaluarsanya ๐Ÿ˜Š Saya protes (dalam hati sih), kalo yang namanya cinta, ga mungkinlah kadaluarsa.
Cinta itu yang menghantarkan sepasang pria dan wanita hingga mereka menikah, berkomitmen untuk menjaga cinta, selamanyaโ€ฆ Kalo kadaluarsa, itu bukan cinta mbak Dee ๐Ÿ˜„

Setahun dua tahun pernikahan, akhirnya saya ngerasain apa yang mbak Dee bilang ๐Ÿ˜… Bener banget, setelah nikah dengan adanya anak dan masalah2 yang lebih kompleks dibanding jaman pacaran yang cuma haha hihi doang, bikin cinta jadi entah kemana. Tapiiii, yang namanya suami istri udah berkomitmen โ€“bahkan di depan Allah- wajib hukumnya buat saya untuk menjaga komitmen cinta ๐Ÿ˜Š

Ketika akhirnya cinta dkhianati, semakin jadi bukti untuk saya, memang cinta itu ada kadaluarsanya ๐Ÿ˜Š Kita ga bisa sekedar menjalankan kewajiban sebagai pasangan, tapi kitapun wajib memenuhi hak-hak pasangan kita. And trust me, tanpa cinta, pemenuhan hak itu ga akan terlaksana ๐Ÿ˜‰

Mengutip beberapa referensi, cinta adalah reaksi kimia, gabungan dari feromon, endorphin, dan serotonin. Seiring berjalannya waktu, feromon dan teman2nya itu akan hilang dari pasangan kita, dan cintapun kadaluarsaโ€ฆ

Tapi tenang, dunia belum berakhir dengan hilangnya cinta ๐Ÿ˜Š masih ada yang namanya kasih sayang. Dan kasih sayanglah sebenarnya yang menjadi bekal sepasang suami istri untuk menghantarkan kisah mereka hingga maut yang memisahkan *tsaaaah bahasanya ๐Ÿ˜
Kasih sayang ini juga yang membuat orang tua kita, dan pasangan2 jaman dulu pada umumnya, terus bersama hingga akhir hayat mereka.

Kasih sayang harus sejalan dengan komunikasi. Kalau jaman pacaran segala sayang, perhatian, dan kangen selalu diumbar, komunikasi2 seperti itu harusnya tetep dijalankan setelah menikah ๐Ÿ˜Š Ala bisa karena biasa… Komunikasi yang manis membuat kasih sayang akan selalu terjaga. Kalo dipikir2, sama temen aja kita bisa berbicara dengan manis, kenapa dengan pasangan ga bisa? Jangan sampai dengan komunikasi yang salah, kasih sayang ikut2an menjadi kadaluarsa ๐Ÿ˜”

Jadi, jangan pernah takut cinta kadaluarsa. Kita masih punya kasih sayang, yang harus terus dipelihara dan dijaga dengan baik, forever, and after. Bahasa kekiniannya, sakinah mawaddah warrahmah sampai ke jannah ๐Ÿ˜Šโ€ฆ *IMHO (203)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *