umar dan ibu pemasak batu

Posted on

sebenernya saya udah sering denger cerita ini, tapi pas kemarin izhar nyeritain dengan caranya, kok rasanya deg nyesss ya… baru terasa kalo ini tuh kisah nyata, bukan dongeng…

ceritanya tentang kisah umar bin khattab pada masa beliau menjadi khalifah. beliau ga pernah tidur dengan tenang sebelum mastiin semua rakyatnya ga kelaparan… jadi tiap malam beliau keliling dari rumah ke rumah sambil bawa makanan pokok buat dikasih ke rakyatnya yg miskin…

sampe suatu malam, khalifah lewat ke suatu rumah yg anak2nya nangis…waktu itu memang lagi musim paceklik *orde baru banget istilahnya* … umar bin khattab dan aslam salah seorang sahabatnya, bergegas mendekati rumah itu… setelah mengucap assalamu’alaikum, umar masuk dan melihat seorang ibu yang sedang memasak, mengaduk2 isi panci yang mengepul…

lalu umar bertanya, siapa yang menangis… “anakku” jawab ibu itu… setelah agak lama, umar bingung, kenapa yang dimasak ga mateng2… lalu umar nanya, apa yang dimasak, kenapa ga mateng2… kata ibu itu “lihat saja sendiri”…. ternyataaaaaaa, itu ibu masak batu, buat nenangin anaknya yang kelaperan… ibu itu bilang ;  “aku memasak batu-batu ini untuk menghibur anakku. inilah kejahatan khalifah umar bin khattab. ia tidak mau melihat ke bawah, apakah kebutuhan rakyatnya sudah terpenuhi belum. lihatlah aku. aku seorang janda. sejak dari pagi tadi, aku dan anakku belum makan apa-apa. jadi anakku pun kusuruh berpuasa, dengan harapan ketika waktu berbuka kami mendapat rejeki. namun ternyata tidak. sesudah magrib tiba, makanan belum ada juga. anakku terpaksa tidur dengan perut yang kosong. aku mengumpulkan batu-batu kecil, memasukkannya ke dalam panci dan kuisi air. lalu batu-batu itu kumasak untuk membohongi anakku, dengan harapan ia akan tertidur lelap sampai pagi. ternyata tidak. mungkin karena lapar, sebentar-sebentar ia bangun dan menangis minta makan.”

 

huwaaaaaaaaaaaaaa, umar nangis dan mengajak aslam pulang ke madinah… umar langsung memikul gandum dipunggungnya untuk diberikan ke ibu tadi… bahkan saat aslam meminta untuk gantian memikul gandum itu, umar berkata “aslam, jangan jerumuskan aku ke dalam neraka. engkau akan menggantikan aku memikul beban ini, apakah kau kira engkau akan mau memikul beban di pundakku ini di hari pembalasan kelak?”

hiks… subhanallah… bener2 pemimpin yang luar biasa… *ngembeng*

 

saya jadi inget lagi sama ekspresi takjub izhar waktu cerita; “tau ga umah, ibunya masak batu supaya anaknya ga nagis lagi”…..  kebayang sama saya ibu itu, punya ide masak batu buat nenangin anaknya, karena mereka ga punya makanan  :'( :'( :'(  sementara kadang saya masih kurang bersyukur dengan makanan yang sudah terhidang di depan saya  :'(  astaghfirullah, maafkan aku ya Allah….

 

sumber : dakwatuna (396)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *